Sabtu, 21 Januari 2012

this is not a love story, this is a story about love :')

"Kriiiiiieekk....ckriiiek" suara pintu kamarku.

Ku dengar jelas dari kamar mandi saat aku akan memakai handuk untuk menutupi tubuhku, agak curiga saat aku mendengarnya karna aku takut ada seseorang yang masuk saat rumah sedang sepi seperti ini. Tapi sengaja aku biarkan, karna aku masih memakai handuk, memang siang itu cuaca tidak mendukung yaahhh... sangat panas!!!!!

namun, beberapa menit kemudian suara itu tiada lagi.

"aaaaah mungkin bibi sedang menaruh baju yang telah dia setrika" ujarku santai.

saat aku keluar kamar, benar saja aku tidak melihat sehelai pun baju yang aku anggap tadi. Dan sejenak aku terdiam lalu berfikir siapa kira-kira orang tersebut.

"ini? kenapa ada barbie, dan 10 bunga mawar putih?" ujarku kaget.

tapi diantara itu tiada satupun secarik surat yang menandakan pengirimnya, itu yang buat aku sangat curiga. lalu aku segera ganti baju dan keluar kamar untuk bertanya kepada bibi siapakah orang yang masuk ke dalam kamarku?

saat aku menuju dapur baru aku tersadar kalo si bibi sedang ke pasar, lalu siapa yang masuk kamarku itu?? aku kembali ke kamar, aku meraih handphone ku dan memang ada banyak pesan yang masuk didalamnya. kira-kira 11 pesan yang aku terima, 5 dari Moly sahabatku dan 6 dari........... tidak? benar saja?



Keesokan harinya saat aku akan berangkat menuju sekolah, aku membuka pesan di handphone ku, dia lagi yang sms???

"pagi :) semoga kamu tidak akan membuang semua pemberianku ya. walau aku sudah tidak bisa memilikkimu, tapi aku yakin hati ini masih milikmu. I'll be stronger dear :') :*" itulah isi pesan singkatnya.

aku pun tak menggubris pesannya dan segera aku berangkat, sesampainya disekolah saat aku memarkir kan motorku, aku dikejutkan lagi dengan adanya kelopak-kelopak bunga mawar merah disekitar tempat parkir favoriteku.

"sebenarnya apakah ada hubungannya dengan kejadian kemarin?" pikirku berulang.

hingga saat bel pulang sekolahpun aku masih terus berfikir, setelah sampai dirumah aku mengambil kembali barbie dan mawar putih itu. tak lama aku melihat DIA menelfonku, agak gugup dan takut.

"halo?"

"halo....kamu dirumah? aku kesana ya?"

"hah?oh, oke" ujarku mengakhiri telfon.

tau dia akan kerumah aku segera ganti baju dan mencuci muka, yaaaahh biar seger. cukup lama aku menunggu akhirnya dia pun datang.

"Tania?" ujarnya memelukku.

entah apa yang aku rasakan saat itu, kacau, panas, dan BLABLABLAAA...

"apa sih? ngapain kamu kesini?" ucapku kasar.

"dengerin aku tania, plis dengerin!"

"apa yang perlu aku dengerin?"

"aku, aku sayang sama kamu tania. aku percaya kamu. aku nyesel suruh kamu pergi" ujarnya menggenggam tanganku, mencoba meyakinkanku.

sejenak aku terdiam dan berfikir, namun aku tak bisa lagi.

"jadi?"

"kita balikan yaaaaa?" ujarnya.

"maaf aku gabisa, makasih"

"kenapa??"

"ya karna aku sudah nggak ada rasa sama kamu lagi"

"tapi aku masih...."

belum selesai dia berbicara aku memotongnya..

"jadi kemarin itu kamu yang masuk kamarku? memberiku barbie dan mawar putih itu? dan kamu juga yang menaruh mawar merah pagi tadi?"

lalu dia hanya menjawab "iya" dan dia kembali memelukku, mencium keningku dan berbisik

"kalau memang kamu sudah tidak bisa lagi bersamaku, baiklah aku akan pergi dari hidupmu tania. untuk saat ini dan selamanya. dan perlu kamu tau, aku gak akan pernah coba cari penggantimu kapanpun itu" ujarnya mengecup keningku, kedua pipiku dan terakhir bibirku. lalu dia pergi.



Aku merasa kehilangan lagi? jantungku berdegub kencang saat dia mencoba melepas jari jemariku, ku rasa ada yang akan hilang dari hidupku. dan benar saja beberapa jam kemudian, tepat saat aku mengenang masa lalu ku bersamanya, aku mendapat kabar bahwa dia tertabrak dan meninggal. Saat itu juga aku lemas dan menangis, menjerit menyesali yang telah terjadi.

aku datangi tempat pemakaman itu, tanah yang masih basah dan harum itu membawa dia pergi untuk selamanya seperti janji dia yang sudah dia bisikan padaku tadi.

"selamat tinggal sayang, selamat tinggal masa lalu. kamu akan tenang disana, dan aku akan menjaga hati ini, jujur saja aku masih mencintaimu sayang" ujarku dengan meneteskan air mata yang tak kuasa ku bendung.

Cinta yang ku miliki sirna sudah saat aku membiarkan dia pergi dengan kegigihannya untuk mencoba membuatku kembali.









END :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar