Jumat, 29 April 2011

Kadoo :')

Cerita yang aku buat hanya mengisahkan seseorang yang sampai saat ini aku idolakan, yang membuat aku semakin semangat untuk HIDUP, menjalani beberapa file kehidupan yang nanti akan membawaku menjadi orang "sukses".
Perlahan aku meneteskan air mataku untuk sebuah kesedihan yang jelas-jelas aku tau ini sangat menyakitiku, hidup yang sederhana dan sebuah cinta yang sederhana juga yang membuat aku semangat hingga saat ini. kini seseorang yang aku idolakan itu sedang terbujur lemah dikasur itu, dengan segala dan berbagai kabel serta obat-obatan yang masuk didalam tubuhnya itu membuat aku semakin menangis, tatkala kesadarannya pun belum tercapai hampir 5bln.
Kali ini aku tak mau membuat hari yang sangat special ini menjadi biasa-biasa saja, aku akan buat semua menjadi indah dan membuat hari ini harinya, aku merindukan senyumannya itu.
"Pagi, pa." sapaku saat masuk kekamar papa.
kondisi papa sangat memperihatinkan dan membuat aku bersedih pagi itu, dan aku berjanji akan membawanya keluar dari tempat ini dan membawa beliau kembali ke pelukan hangat dan bahagia kami.
sebelum aku berangkat ke kantor, aku segera melunasi administrasi dirumah sakit tersebut. tentu saja aku sudah mempersiapkan kado istimewa itu untuk sang papa, hanya bingkisan kecil penuh makna, dan aku yakin beliau akan senang saat tersadar nanti. sesaat setelah aku melunasi administrasi tersebut aku segera berangkat ke kantor, karna waktu sudah menunjukkan pukul 08.45, dan aku sudah telat.
Tepat pukul 13.55, aku mendapat kabar kalau papa koma dan aku segera mengambil cuti setengah hari, aku segera pulang dan mendampingi papa yang mulai menghawatirkan itu. seluruh keluargaku terkumpul dan beberapa menit kemudian dokter Michael keluar dari ruang gawat darurat tersebut, memberikan berita kalai papa sudah tiada. aku menjerit sekerasnya dan menangis.
"kenapa papa pergi? padahal papa tau foto ini akan membuat papa tersenyum lagi saat sadar" ucapku saat menghantar papa ke pemakaman, dan menaruh foto beserta bunga-bunga. aku harap papa tenang dialam sana :')

Love your story tonight :')

Sinar matahari pagi ini menyengat masuk kekamar ku yang sebelumnya memang sering terjadi, aku terbangun dan bergegas mengambil sebuah Handphone milikku yang sengaja aku geletakkan diatas meja. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 09.00 aku yang tadinya masih malas-malasan seketika melotot menyadari bahwa aku sudah TELAT masuk kelas!!!
setelah mandi aku putuskan untuk segera berangkat tanpa sarapan, sempat aku mendengar kalo si MAMA lagi ngomel tapi aku hiraukan dan menuju mobil kesayanganku, aku menyalakan mesinnya dan berangkat. perasaanku saat itu memang sudah tidak enak tapi aku mencoba melawan dan meyakinkan diri akan baik saja, tak lama aku sudah sampai dikampus dengan pakaian yang sangat rapih dan terlihat cantik, cerdas, kaya. hahaha...
Kenyataannya hari ini aku SANGAT AMAT SIAL!!!!! dari awal aku sudah telat, sekarang aku dihukum oleh dosen pembimbingku yang cukup tua, dan setelah ini aku lupa mengembalikan buku yang aku pinjam diPERPUSTAKAAN dan terkena denda, bodohnya lagi aku tidak membawa uang sepeserpun dengan terpaksa aku meminjam uang kepada Mely sahabatku, setelah aku membayar denda tersebut aku mengikuti Mely menuju kantin, dan dengan berat hati lagi aku harus menahan laparku yang sangat menyiksa ini karna kesalahanku sendiri. Memang sih si Mely sempat menawarkan aku makan karna dia tau aku lupa membawa uang, tapi aku kan sudah meminjam uangnya sebesar 50rb dan mana mungkin aku meminjam lagi??? setidaknya aku masih punya rasa malu terhadap sahabatku itu.

Dan siang harinya aku kembali pulang sekitar pukul 14.50 dengan menaiki mobil kesayanganku itu bersama Mely, ya setidaknya aku bisa membalas kebaikannya itu hari ini. dan tak diduga lagi kejadian itu menimpahku, mobilku mogok disertai ban bocor yang membuat aku tak kuasa untuk menahan amarahku. Siang itu memang sangat sepi dan aku mencoba mebenarkannya sendiri, dan aku GAGAL! satu jam kemudian seorang lelaki lewat dan menghampiri kami, dia adalah salah satu mahasiswa di kampus kuu juga, "uuuh..akhirnya ada yang bantuin" ujarku lega tersenyum.
"apanya yang mati? boleh aku cek?" tanya lelaki itu, sebut saja dia Miko. "oh ini hanya air nya saja yang habis. gak masalah kok sama mesinnya" lanjutnya. "makasih ya Mik" ujarku setelah memberi air pada mesin mobilku. "sama-sama" jawabnya segera meninggalkanku menaiki motor NINJAnya.
ada apa ini??? aku tak mau kehilangan jejaknya sedikitpun saat meninggalkanku siang itu. Hingga malam ini aku masih membayangkan wajah manisnya yang siang itu membantuku dengan senyuman manis sekali saat menjawab rasa terimakasihku. "APA AKU SEDANG???? AH....TIDAK MUNGKIN! tapi, bisa saja kan?? MIKO :) hahahahaha..." lontarku dengan menghayal sedikit bahwa dia bisa berada disampingku saat ini.

Redina’s Story

Pagi itu dikamar aku pukul 06.10,, “what ??? gue bisa telat nih ..” omelanku loncat dari kasur lalu menuju kamar mandi. Aku emang gak biasa bangun sesiang ini bahkan sampai hampir telat, mungkin karna semalem aku ngerjain tugasku yang numpuk karna libur dua minggu kemarin. Hemm … capek,sakit dan lelah yang aku rasain, huhh … kaki ini serasa gak mau jalan.
    Akupun turun dan segera makan bersama mama,papa dan kak bee. “mm … morning all ?” ucapanku pagi itu memulihkan pikiranku. “hei ,, adikku ?? pagi juga cantik ?!” jawab kak bee mengecup keningku. “iih … kakak !!!! emang aku anak kecil apa ?? kudu gitu dicium tiap pagi ?” ujarku cuek mengomeli kak bee. “aduuuh … adikku ini pagi-pagi udah ngomel .. nanti cepet tua loh ??? haha” jawab kakak yang gak biasa. “grr~ what ever !!!” jawabku tetap ketus. “yah … adikku yang satu ini ngambek deh, maaf ya ?” tanya kakak begitu merayuku. “sudah-sudah, kalian ini selalu saja rebut ?!” mama mulai ngedumel. “tapi kalian cocok seperti pasangan serasi..” ucapan mama yang buat aku kaget. “ha ??? mama ini ngomong apa sih ?? aku kan sodara ma sama kak bee ??? masa iya aku suka kak bee” jawabku segera berangkat sekolah.
    “Yaudah ma, aku berangkat dulu yah ma .. pa ??? assalamualikum …” pamitku pada mama dan papa sambil mengecup tangannya. “dda …”
Akhirnya aku berangkat menuju sekolah bersama Odi’,dia temanku teman kecilku. Aku juga satu sekolah sama dia, “kita ketemu pulang sekolah diparkiran  yah Rer ???” ujar dia saat berpisah denganku diparkian. “ok say ?!” jawabku meninggalkan Odi’. Yupp! Reri itu namaku,lengkapnya Reri Aggita Pratiwi, aku sekolah di SMA Negeri 2 tepatnya di Surabaya. Aku sekarang kelas XII, begitu ocehanku saat aku berjalan menuju kelasku. Aku masuk IPA-2, hari ini aku sengaja masuk pagi karena ada hal yang belum selesai aku kerjakan dan sengaja menjauh dari kak bee !!!
“huuh, capeknya” eluhku sambil menaruh tas diatas mejaku, aku sengaja membawa laptopku kesekolah. Bukan buat pamer juga bukan buat chatting, aku anti gituan. tapi untuk tempat curhatku.

    Bell masuk berunyi, aku dan anak-anak kelasku segera masuk dan mengikuti pelajaran dari awal sampai pelajaran pun selesai. Dan kita pun pulang pukul 12.15, aku segera menuju parkiran untuk bertemu Odi’ ternyata dia masih asik bersama temannya, “idiiih … gimana sih Odi’ ??? ayook cepet pulang !!! kita jadi gak sih kecafe Derorr ??” omelanku menarik tangan Odi’ dan ….. bruuuukk !!! oo … my god ??? “eeh .. maaf yah ? gak sengaja.” Ujar cowo itu. “emmh ,, iyah gak .. gak papa kok ?” jawabku gugup. “ayook di’…” omelku naik ke motor.

.. Café Derorr ..

“lo liat kan tadi tuh cowo ?? sumpahh keren banget !” ujarku sambil menikmati derorr cake stoberi, dan ice nano. “iyeeh … gue tau kok ? dia kan anak baru di sekolah kita ?? namanya Ragil Praditya.” Jawab Odi’ seakan gak suka aku deket dia. “ooh .. gue tau kok  di’ lo gak suka kan gue deket sama dia ???” tanyaku memberhentikan pembicaraan. Huuh … hening lagi !!! akhirnya aku mutusin buat pulng kerumah tapi saat akan pulang aku malah ketemu Ragil dicafe ini, “eeh .. kamu ??? ngapain ?” tanyaku tanpa ada spasi. “hmm … mau makan siang ??? laperr. Kamu mau temenin aku makan ?” Jawabnya yang begitu lembut. “ok … aku mau J” aku menerima ajakannya tanpa menghiraukan Odi’.
Didalam aku mulai banyak bicara dengan Ragil, saling tukar nomer dan cerita tentang keluarganya sampai tertawa sendiri. “mmm … yaudahh .. aku pulang dulu yah gil ?? udah ditungguin Odi’, hehehe J” pamitku pada Ragil dan meninggalkannya. Dijalan aku gak ada hentinya mikirin Ragil dan Ragil, huuh … kenapah si aku jadi mikirin dia ??? apa coba specialnya dari dia ?
Malam pun datang dan saat itu aku berada dikasur kesayanganku, hmm … Ragil ??? semoga aku bisa memilikinya. Selamat tidur Reri !!!!! hha .. gak sabar nunggu besok ketemu Ragil. Saat itu sebelum tidur aku mengirimkan pesan kepada Ragil,


Dear Ragil …
aku Reri,, aku Cuma mau ucapin ,, selamat tidur Ragil ..
have a nice dream J


send to : 089************
date      : 08 Agustus 2005



    Keesokan harinya aku bergegas bangun pagi dan segera mempersiapkan peralatanku untuk sekolah, sumpah hari ini aku gak biasa seperti hari yang lain. Ku sadari itu, apa mungkin aku … “jatuh cinta ???” ujarku ragu melihat diriku dicermin.
“Pagi mah,pah,kag bee ???” sapaku pagi itu dengan senang dan penuh senyuman. “ada apa sih adegku ketawa sendiri ???” Tanya kakagku tanpa aku gubris dan langsung pergi menuju sekolah. Tak ada niat untuk berubah, aku sendiri tak tau kenapa aku jadi seperti ini ??? huhh … biar orang yang menilai.

    Enam bulan lebih sudah aku mengenal Ragil and kita semakin dekat, tak ku sangka aku ikut hanyut dengan rasaku ini ?! hssssh …
Hha … masalalu … kini aku berhubungan dengan Ragil dan kali ini aku bukan lagi sahabat atau teman Ragil saja tapi menjadi “cewe Ragil”. Memang sih Odi’ gak setuju sama hubunganku ini ,, entah apa yang ada di otak Odi’ saat itu ?
Aku mengerti sangat kalo Odi’ punya rasa denganku, tapi aku hanya menganggapnya teman dan sahabatku.
    Sampai akhirnya hubunganku ini diketahui mamah,papah dan kag bee .. mamah marah dan nggak setuju, aku dan kag bee dikumpulkan diruang keluaraga untuk bicara “mamah gak pernah setuju Reri maupun Beebil punya pasangan sendiri-sendiri. Mamah ingin kalian bersatu ? untuk mamah !!” ujara mamah melenyapkan suasana dan kakag mulai bicara, “kenapa mamah tega menjodohkan aku sama adeg mah ??” Tanya kakag menangis. “karena kalian bukan sodara sedarah, Reri anak mamah tapi Beebil adalah anak dari sahabat mamah yang ditiipkan sejak kecil dan mamah berjanji akan menjodohkan kalian dan ini saatnya !” jawab mamah tanpa ragu.
    “Mamah jahat  !!!!! mah … aku sayang Ragil. Aku gak mau kehilangan dia mah !!! pliss ngerti aku.” Marahku pada mamah dan segera masuk kamar tanpa mau memperdulikan mamah.
    Malam itu aku keluar diatap rumah lewat jendela kamar, aku memandangi langit dan menatap fotoku bersama Ragil, “hu .. aku gak mau kehilangan Ragil !! aku sayang Ragil.” Ucapanku menangis sambil menatap wajah Ragil difoto. “Ragil … aku sayang kamu … “ sapaanku pada Ragil sebelum tidur.