Aku rasa untuk kali ini aku tak menyangkal akan kejadian aku amat sangat mencinti dia, karna tak ada celah untukku berbuat sesuatu. Iya, kau keindahan dari senyuman yang kau tebarkan begitu manis, sangat manis. Membuatku terhanyut. Tidak untuk dalam proses, tapi dalam seketika. Tak banyak yang tau perihal sakit atau indah yang aku rasa, meski aku banyak berkoar dengan cerita cintaku. Tapi mereka tak bisa merasakan, begitupun kamu. Indah memang jika dijalani berdua, tapi keindahan itu seketika hancur, saat aku merasa kau sekarang tidak hanya milikku. Bagiku kau sudah sempurna, ya.. kau banyak menghabiskan waktumu untuk kemenanganmu sendiri tanpa memikirkan orang lain. Lalu aku bisa apa? Aku hanya perlacur dalam kebahagiaanmu, senyum palsumu dan cinta busukmu. Sakit? Memang. Tapi apa kau perduli? Ku rasa tidak. Banyak untaian yang ingin aku lontarkan, namun.. aku tak ingin menambah sakitku sendiri. Biarlah, biar aku saja yang merasakan.
-pelacur-