Bagaimana bisa aku mengakui sebuah ancaman yang semakin hari semakin buat aku tertekan? Ini seperti halnya bagaikan bongkohan demi bongkohan sepasang emas yang telah nyunyut menciut lalu tak layak. Bisakah perasaanku ini disebut cinta? Aku rasa jika kau tidak menyebut itu cinta, kau munafik belaka. Meng-IYA kan segala cara untuk mencapai dan melihat fakta-fakta yang ada. Oh God ini gak adil, sangat gak adil.
Selasa, 10 Juni 2014
Jumat, 06 Juni 2014
Penipu lara
Hah, siapa sih yang gak kenal sama penipu satu ini dan pembohong satu ini serta cewek yg SOK kenal macem dia?
Kamu pikir pantes kaya gitu? Kamu pikir dengan gitu aku bakal luluh dan percaya? Atau malah kasihan lalu iba? JANGAN HARAP! Karna apa yang sudah kamu lakukan itu amat sangat menjijikkan!!!! Omong kosong semua.
Selasa, 04 Februari 2014
yaaa
Aku rasa untuk kali ini aku tak menyangkal akan kejadian aku amat sangat mencinti dia, karna tak ada celah untukku berbuat sesuatu. Iya, kau keindahan dari senyuman yang kau tebarkan begitu manis, sangat manis. Membuatku terhanyut. Tidak untuk dalam proses, tapi dalam seketika. Tak banyak yang tau perihal sakit atau indah yang aku rasa, meski aku banyak berkoar dengan cerita cintaku. Tapi mereka tak bisa merasakan, begitupun kamu. Indah memang jika dijalani berdua, tapi keindahan itu seketika hancur, saat aku merasa kau sekarang tidak hanya milikku. Bagiku kau sudah sempurna, ya.. kau banyak menghabiskan waktumu untuk kemenanganmu sendiri tanpa memikirkan orang lain. Lalu aku bisa apa? Aku hanya perlacur dalam kebahagiaanmu, senyum palsumu dan cinta busukmu. Sakit? Memang. Tapi apa kau perduli? Ku rasa tidak. Banyak untaian yang ingin aku lontarkan, namun.. aku tak ingin menambah sakitku sendiri. Biarlah, biar aku saja yang merasakan.
-pelacur-
-pelacur-
Langganan:
Postingan (Atom)